
Jakarta – Cokelat panas tidak hanya dikenal sebagai minuman hangat yang nikmat, tetapi juga disebut memiliki potensi manfaat bagi kesehatan tubuh. Sebuah penelitian yang dibahas oleh dokter sekaligus ilmuwan asal Amerika Serikat, Dr. William Li, menemukan kaitan antara konsumsi dark chocolate dengan peningkatan aktivitas sel punca.
Menurut Dr. Li, konsumsi cokelat panas yang dibuat dari dark chocolate dengan kandungan kakao tinggi dapat membantu mengaktifkan salah satu mekanisme perbaikan alami yang dimiliki tubuh.
Mengutip DailyMailUK, penelitian yang dibahas tersebut melibatkan orang berusia sekitar 60 tahun yang memiliki riwayat penyakit jantung. Dalam penelitian itu, peserta yang mengonsumsi dua cangkir cokelat panas dari dark chocolate setiap hari selama satu bulan menunjukkan peningkatan jumlah sel punca dalam darah.
“Pada orang berusia 60-an yang memiliki riwayat penyakit jantung, ketika diberikan dua cangkir cokelat panas dari dark chocolate setiap hari selama satu bulan, jumlah sel punca dalam aliran darah mereka bisa meningkat dua kali lipat, bahkan lebih,” ujar Dr. Li.
Selain peningkatan jumlah sel punca, penelitian tersebut juga menunjukkan adanya perbaikan pada fungsi pembuluh darah. Pembuluh darah yang sebelumnya mengalami kekakuan akibat proses penuaan disebut menjadi lebih fleksibel.
Peran sel punca dalam tubuh
Sel punca atau stem cell merupakan sel dasar yang memiliki kemampuan untuk memperbarui diri serta berkembang menjadi berbagai jenis sel lain, seperti sel otot, saraf, maupun darah.
Keberadaan sel ini sangat penting karena berperan dalam proses regenerasi dan perbaikan jaringan tubuh yang mengalami kerusakan.
Dr. Li menjelaskan bahwa dark chocolate juga dikaitkan dengan kemampuan memperbaiki gangguan aliran darah. Kandungan tertentu dalam kakao disebut dapat membantu mengembalikan fungsi pelebaran pembuluh darah yang terganggu.
Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan bahwa tubuh masih memiliki kemampuan memperbaiki beberapa kerusakan akibat usia melalui mekanisme alami.
Kandungan kakao menjadi faktor utama
Manfaat yang dikaitkan dengan cokelat panas tersebut bukan berasal dari semua jenis minuman cokelat. Dr. Li menekankan bahwa efek positif lebih berkaitan dengan konsumsi dark chocolate atau bubuk kakao dengan kadar gula rendah.
Semakin tinggi persentase kakao, seperti 80 hingga 100 persen, semakin banyak kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalamnya. Salah satunya adalah polifenol, termasuk proantosianidin.
Senyawa tersebut diyakini berperan dalam membantu memobilisasi sel punca agar dapat bergerak menuju area tubuh yang membutuhkan perbaikan jaringan.
“Saat kita mengonsumsi dark chocolate, polifenol dalam kakao bekerja seperti memanggil sel punca keluar, layaknya lebah keluar dari sarangnya,” jelas Dr. Li.
Bukan berarti semua cokelat memberikan efek sama
Dr. Li mengingatkan bahwa manfaat tersebut tidak berlaku untuk cokelat panas yang mengandung banyak gula atau minuman cokelat instan.
Cokelat dengan tambahan gula tinggi justru memiliki kandungan kakao aktif yang lebih rendah sehingga tidak memberikan efek yang sama seperti dark chocolate.
Ia juga menyebut bahwa tubuh manusia sebenarnya telah memiliki jutaan sel punca yang dapat diaktifkan melalui pola hidup dan asupan makanan tertentu.
“Tubuh kita sebenarnya sudah memiliki sekitar 70 juta sel punca. Kita tidak perlu menyuntikkan apa pun, cukup mengaktifkannya melalui makanan,” katanya.
Meski demikian, Dr. Li menegaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang bisa disebut sebagai makanan ajaib. Manfaat kesehatan tetap bergantung pada kandungan senyawa aktif dalam makanan serta bagaimana tubuh merespons asupan tersebut.
Temuan mengenai dark chocolate ini menjadi bagian dari penelitian yang menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan alami untuk memperbaiki diri apabila didukung oleh pola makan dan gaya hidup yang tepat.
