
Jakarta – Anggapan bahwa minum air dingin dapat menyebabkan sakit sudah lama beredar di masyarakat. Karena itu, banyak orang memilih menghindari air es, terutama saat tubuh sedang kurang fit. Namun, benarkah kebiasaan tersebut memang berbahaya?
Menurut berbagai ulasan medis, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa air dingin berbahaya bagi kebanyakan orang sehat. Baik air bersuhu dingin maupun suhu ruang sama-sama mampu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan memenuhi kebutuhan cairan harian.
Mengutip Healthline, manfaat utama dari minum air tetap sama, yaitu membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung berbagai fungsi organ, serta memberikan rasa segar.
Meski demikian, suhu air memang dapat menimbulkan efek yang berbeda pada kondisi tertentu.
Salah satu penelitian berskala kecil menemukan bahwa konsumsi air dingin dapat membuat lendir di saluran hidung menjadi lebih kental. Akibatnya, orang yang sedang mengalami flu atau pilek mungkin merasa hidung lebih tersumbat. Dalam situasi seperti itu, minuman hangat sering kali terasa lebih nyaman karena membantu melegakan saluran pernapasan.
Air dingin juga tidak selalu cocok bagi semua orang. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penderita migrain lebih rentan mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi air yang sangat dingin.
Selain itu, orang dengan achalasia, yaitu gangguan yang memengaruhi kemampuan kerongkongan mendorong makanan ke lambung, juga dapat merasakan gejala yang lebih berat ketika minum air es. Namun, kondisi tersebut tidak berlaku pada mayoritas orang yang sehat.
Di sisi lain, air dingin juga menawarkan sejumlah manfaat. Saat berolahraga atau beraktivitas di lingkungan yang panas, air dingin membantu menurunkan suhu tubuh sehingga tubuh tidak cepat mengalami peningkatan panas berlebihan. Kondisi ini dapat mendukung kenyamanan selama beraktivitas.
Penelitian lain juga menemukan bahwa konsumsi air dingin berpotensi sedikit meningkatkan pengeluaran energi tubuh. Meski demikian, efeknya relatif kecil sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap penurunan berat badan.
Selain itu, sensasi segar dari air dingin sering membuat seseorang lebih terdorong untuk minum dalam jumlah yang cukup, terutama ketika cuaca sedang panas. Dengan demikian, kebutuhan cairan harian pun lebih mudah terpenuhi.
Selama ini juga beredar anggapan bahwa air dingin dapat menghambat proses pencernaan. Namun hingga kini, bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut masih sangat terbatas dan belum dapat diterapkan pada semua orang.
Secara keseluruhan, minum air dingin maupun air es aman dilakukan oleh sebagian besar orang. Jika sedang mengalami flu, migrain, gangguan menelan, atau keluhan tertentu yang terasa memburuk setelah mengonsumsi air dingin, memilih minuman hangat bisa menjadi alternatif yang lebih nyaman. Pada akhirnya, pilihan suhu air minum sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan preferensi masing-masing.
