
Jakarta – Kopi sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah karena kandungan kafeinnya. Namun, penderita hipertensi ternyata masih dapat menikmati kopi dengan memperhatikan jumlah konsumsi dan kondisi kesehatannya.
Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi setiap hari. Selain memiliki rasa dan aroma khas, kafein di dalamnya dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi.
Meski demikian, konsumsi kopi tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi. Pasalnya, kafein memang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat untuk sementara waktu.
Lantas, apakah kondisi tersebut berarti penderita hipertensi harus sepenuhnya menghindari kopi?
Menurut seorang ahli jantung sekaligus profesor kedokteran di UT Health Houston, penderita tekanan darah tinggi pada dasarnya masih boleh minum kopi. Dikutip dari Verywell Health, konsumsi kopi dalam jangka panjang tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko hipertensi pada orang yang rutin mengonsumsinya.
Efek kafein terhadap tekanan darah lebih terlihat dalam waktu singkat setelah kopi diminum. Sementara itu, sejumlah penelitian justru tidak menemukan hubungan antara kebiasaan minum kopi secara rutin dengan peningkatan risiko hipertensi.
Namun, jumlah kopi yang diminum tetap perlu diperhatikan. Orang dengan tekanan darah tinggi dapat mempertimbangkan konsumsi sekitar 1-3 cangkir kopi per hari. Kandungan kafein setiap cangkir bisa berbeda-beda, tergantung jenis kopi, jumlah bubuk yang digunakan, serta metode penyeduhannya.
Selain jumlahnya, beberapa kebiasaan saat minum kopi juga sebaiknya diperhatikan.
1. Perhatikan bahan tambahan dalam kopi
Kopi hitam tanpa tambahan gula dan bahan tinggi kalori dapat menjadi pilihan yang lebih baik.
Penambahan gula, krimer, susu tinggi lemak, atau bahan pemanis lainnya dapat meningkatkan asupan kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, kebiasaan tersebut berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung.
2. Jangan minum kopi terlalu sore
Waktu konsumsi juga tidak kalah penting. Sebaiknya hindari kopi pada sore menjelang malam, terutama setelah sekitar pukul 2-3 siang.
Kafein yang dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Kurang tidur sendiri dapat berdampak pada tekanan darah dan kesehatan jantung.
3. Cek respons tekanan darah setelah minum kopi
Setiap orang bisa memberikan respons yang berbeda terhadap kafein. Jika ingin mengetahui pengaruh kopi terhadap tubuh, tekanan darah dapat diperiksa sebelum minum kopi.
Setelah itu, lakukan pemeriksaan kembali sekitar 30-60 menit setelah mengonsumsi kopi. Cara ini dapat membantu melihat apakah tekanan darah mengalami perubahan setelah mendapatkan asupan kafein.
Siapa yang perlu lebih berhati-hati?
Tidak semua penderita hipertensi memiliki kondisi yang sama. Orang dengan tekanan darah tinggi yang terkontrol mungkin masih dapat mengonsumsi kopi dalam jumlah wajar.
Sebaliknya, mereka yang memiliki hipertensi tidak terkontrol perlu lebih berhati-hati. Hal ini termasuk orang dengan hipertensi tahap 2 atau 3 maupun mereka yang memiliki kondisi seperti aritmia.
Dalam kondisi tersebut, pilihan kopi dengan kandungan kafein lebih rendah atau kopi tanpa kafein dapat dipertimbangkan.
Jadi, penderita tekanan darah tinggi tidak selalu harus berhenti minum kopi. Yang lebih penting adalah mengatur jumlah konsumsi, memperhatikan respons tubuh, memilih tambahan yang lebih sehat, serta memastikan tekanan darah tetap terkontrol.
