
Jakarta – Kurma selama ini lebih sering dikenal sebagai buah yang disajikan saat Ramadan. Padahal, buah bercita rasa manis ini juga bisa dikonsumsi sehari-hari karena mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, termasuk untuk kesehatan wanita.
Kurma mengandung serat, zat besi, kalium, magnesium, vitamin, serta berbagai senyawa antioksidan. Kandungan tersebut membuatnya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, terutama bagi wanita yang mengalami menstruasi, sedang hamil, hingga memasuki masa menopause.
Dilansir dari Times of India, berikut sejumlah manfaat kurma yang bisa diperoleh wanita jika dikonsumsi secara rutin:
1. Membantu Mencegah Anemia
Kandungan zat besi pada kurma dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Hal ini penting bagi wanita yang mengalami menstruasi karena kehilangan darah secara berkala dapat meningkatkan kebutuhan zat besi.
Asupan zat besi yang cukup juga berperan dalam menjaga energi dan membantu mengurangi risiko tubuh mudah lelah. Meski begitu, kurma bukan pengganti terapi zat besi bagi orang yang sudah mengalami anemia dan membutuhkan penanganan medis.
2. Mendukung Keseimbangan Hormon dan Mood
Kurma mengandung vitamin B6 yang berperan dalam berbagai proses metabolisme serta pembentukan neurotransmiter. Nutrisi tersebut berkaitan dengan fungsi sistem saraf dan pengaturan suasana hati.
Mengonsumsi makanan bergizi, termasuk kurma, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh selama mengalami perubahan hormonal, misalnya ketika menstruasi.
3. Membantu Melancarkan Pencernaan
Salah satu keunggulan kurma berasal dari kandungan seratnya. Serat membantu menjaga pergerakan usus sehingga proses buang air besar menjadi lebih teratur.
Konsumsi kurma bersama cukup cairan juga dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Buah ini bisa menjadi pilihan camilan bagi wanita yang ingin menambah asupan serat dalam menu harian.
4. Menunjang Kekuatan Tulang
Kesehatan tulang menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Terlebih setelah menopause, wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kepadatan tulang.
Kurma mengandung sejumlah mineral seperti magnesium, fosfor, kalium, dan kalsium yang berperan dalam menjaga fungsi serta struktur tulang. Namun, kesehatan tulang tetap perlu didukung dengan asupan protein, vitamin D, kalsium yang cukup, serta aktivitas fisik.
5. Jadi Sumber Energi Alami
Rasa manis pada kurma berasal dari gula alami seperti glukosa dan fruktosa. Kandungan tersebut dapat menyediakan energi dengan cepat sehingga kurma cocok dijadikan camilan sebelum beraktivitas.
Beberapa buah kurma dapat dikonsumsi bersama makanan lain, terutama jika membutuhkan camilan praktis saat beraktivitas atau berolahraga. Porsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi dan kondisi kesehatan masing-masing.
6. Berpotensi Mendukung Persalinan
Kurma juga kerap dikaitkan dengan kesehatan ibu hamil, terutama menjelang waktu persalinan. Sejumlah penelitian menemukan konsumsi kurma pada akhir kehamilan berpotensi memberikan pengaruh terhadap pematangan serviks dan proses persalinan.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti kurma dapat menjamin persalinan lebih mudah. Ibu hamil tetap perlu mengikuti rekomendasi dokter atau bidan mengenai pola makan dan kondisi kehamilannya.
7. Membantu Menangkal Efek Penuaan
Kandungan antioksidan pada kurma turut menjadi alasan buah ini menarik bagi wanita yang ingin menjaga kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia.
Antioksidan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Ditambah dengan kandungan vitamin dan mineralnya, kurma dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.
Kurma Bisa Jadi Camilan Sehat
Kurma memang memiliki berbagai kandungan nutrisi yang bermanfaat, tetapi bukan berarti semakin banyak dikonsumsi akan semakin baik. Kandungan gula dan kalorinya tetap perlu diperhatikan.
Menjadikan beberapa buah kurma sebagai bagian dari pola makan seimbang bisa menjadi cara sederhana untuk memperoleh manfaat nutrisinya. Selain itu, konsumsi buah tetap perlu diimbangi dengan sayuran, protein, biji-bijian, serta cukup air agar kebutuhan nutrisi tubuh lebih lengkap.
