
Jakarta – Air bekas mencuci beras ternyata masih bisa dimanfaatkan sebelum akhirnya dibuang. Cairan berwarna putih keruh yang dihasilkan setelah beras dicuci ini kerap digunakan dalam perawatan kecantikan tradisional, baik untuk kulit maupun rambut.
Beras umumnya dicuci beberapa kali sebelum dimasak. Air hasil bilasan tersebut mengandung sejumlah komponen dari beras yang disebut berpotensi memberikan manfaat untuk perawatan kulit dan rambut.
Dikutip dari Healthline, Medical News Today, dan HealthShots, berikut sejumlah manfaat air beras yang perlu diketahui.
1. Membantu Menjaga Kulit Tetap Cerah
Ekstrak beras cukup sering ditemukan dalam berbagai produk perawatan kulit. Kandungan tertentu di dalamnya dipercaya dapat membantu membuat warna kulit terlihat lebih merata dan menyamarkan tampilan noda gelap.
Dengan pemakaian yang tepat, bahan berbasis beras dapat membuat kulit tampak lebih bersih dan bercahaya. Namun, efeknya dapat berbeda pada setiap orang dan bukti khusus mengenai air cucian beras masih terbatas.
2. Berpotensi Mengurangi Tanda Penuaan
Salah satu potensi air beras berkaitan dengan elastase, yaitu enzim yang berhubungan dengan proses penuaan kulit. Penelitian pada 2018 menemukan bahwa air beras dapat menurunkan aktivitas elastase sehingga berpotensi membantu memperlambat munculnya tanda penuaan.
Air beras juga mengandung inositol. Senyawa ini pernah diteliti dalam produk pelembap dan menunjukkan hasil berupa peningkatan elastisitas kulit setelah digunakan selama beberapa minggu.
Meski begitu, penelitian tersebut tidak secara khusus membuktikan bahwa air cucian beras memberikan efek anti-aging yang sama.
3. Membantu Menenangkan Kulit Kering dan Iritasi
Kulit yang terlalu sering terpapar bahan tertentu dalam produk perawatan dapat mengalami kekeringan atau iritasi. Salah satunya adalah sodium lauryl sulfate (SLS), bahan yang dapat ditemukan dalam sejumlah produk perawatan tubuh.
Beberapa bukti menunjukkan penggunaan air beras dapat membantu memperbaiki kondisi kulit yang mengalami kerusakan akibat SLS. Air beras juga disebut berpotensi memberikan efek menenangkan pada kulit yang mengalami iritasi.
4. Membantu Meredakan Kulit Setelah Terpapar Matahari
Terlalu lama berada di bawah sinar matahari dapat membuat kulit mengalami kemerahan, gatal, peradangan, hingga sensasi terbakar.
Air beras yang mengandung pati dipercaya dapat memberikan sensasi menenangkan pada kulit yang mengalami iritasi ringan akibat paparan matahari. Beberapa penelitian terhadap ekstrak beras juga menunjukkan potensi perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB ketika dikombinasikan dengan ekstrak tumbuhan lainnya.
Namun, air cucian beras tidak dapat menggantikan tabir surya. Penggunaan sunscreen tetap penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
5. Berpotensi Membantu Merawat Rambut Rusak
Bukan hanya kulit, air beras juga populer digunakan sebagai perawatan rambut. Salah satu senyawa yang banyak dibicarakan adalah inositol.
Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan diyakini dapat membantu melindungi rambut dari kerusakan. Air beras kerap digunakan untuk rambut yang mengalami masalah seperti ujung bercabang atau kerusakan setelah proses bleaching.
Meski demikian, bukti ilmiah mengenai efektivitas air cucian beras secara langsung terhadap rambut masih perlu diteliti lebih lanjut.
6. Membantu Mengurangi Ketombe
Air beras yang difermentasi juga pernah diteliti terkait kemampuannya menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu.
Setelah melalui proses fermentasi, air beras dapat mengandung bakteri Bacillus cereus yang menghasilkan senyawa tertentu. Senyawa tersebut disebut berpotensi menghambat pertumbuhan Malassezia furfur, salah satu mikroorganisme yang berkaitan dengan ketombe.
Namun, penggunaan air beras bukan pengganti pengobatan medis apabila ketombe berlangsung terus-menerus atau semakin parah.
7. Berpotensi Mengurangi Peradangan Kulit
Air beras juga dikaitkan dengan manfaat menenangkan kulit yang mengalami iritasi. Sebuah penelitian pada 2002 menunjukkan perawatan menggunakan campuran tepung beras dapat membantu memperbaiki kondisi kulit yang mengalami iritasi akibat SLS.
Perawatan tersebut juga menunjukkan perbaikan pada lapisan kulit orang dengan eksim atopik. Selain itu, air beras disebut memiliki efek astringen yang dapat membantu mengurangi minyak berlebih pada kulit.
Karena itu, sebagian orang dengan kulit berminyak menggunakannya sebagai bilasan wajah. Namun, pemilik kulit sensitif sebaiknya melakukan uji tempel terlebih dahulu untuk melihat apakah muncul reaksi iritasi.
Perlu Perhatikan Cara Penggunaan
Walaupun air cucian beras mudah diperoleh dan cukup populer sebagai bahan perawatan alami, tidak semua klaim manfaatnya sudah didukung penelitian klinis yang kuat. Hasil penggunaan juga dapat berbeda pada setiap orang.
Jika ingin menggunakannya pada wajah atau rambut, pastikan air yang digunakan bersih dan hindari mengaplikasikannya pada kulit yang sedang mengalami luka atau iritasi berat. Hentikan pemakaian apabila muncul kemerahan, gatal, atau reaksi lain yang mengganggu.
