Sound Horeg, sebuah fenomena yang sedang tren di kalangan remaja dan dewasa muda, dikenal sebagai suara berulang yang sering digunakan dalam video dan konten daring. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan menonton dan mendengarkan Sound Horeg dapat menimbulkan risiko serius, terutama bagi balita dan lansia? Dalam artikel ini, kami akan mengulas penjelasan dari dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) terkait bahaya yang perlu diwaspadai.
Apa itu Sound Horeg?
Sound Horeg biasanya berupa suara berulang, yang sering digunakan sebagai efek suara dalam konten video pendek. Suara ini biasanya cukup keras dan berirama, yang bisa menarik perhatian tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan pendengaran jika dikonsumsi secara berlebihan.
Bahaya Sound Horeg bagi Balita dan Lansia
1. Risiko Kerusakan Pendengaran
Menurut dokter THT, suara keras dan berulang dari Sound Horeg dapat menyebabkan kerusakan permanen pada telinga, terutama pada balita dan lansia yang memiliki sistem pendengaran lebih sensitif. Paparan suara berlebihan dapat memicu hilangnya pendengaran secara bertahap.
2. Gangguan Kesehatan Telinga
Selain kerusakan pendengaran, suara keras juga dapat menyebabkan iritasi atau infeksi pada telinga bagian tengah dan dalam, yang berpotensi menyebabkan nyeri bahkan gangguan keseimbangan.
3. Pengaruh Psikologis dan Perkembangan
Pada balita, paparan suara keras berulang dapat mengganggu perkembangan pendengaran dan bahasa mereka. Sementara pada lansia, dapat memperparah kondisi gangguan pendengaran yang sudah ada dan menimbulkan stres atau ketidaknyamanan.
Mengapa Balita dan Lansia Rentan?
Balita dan lansia memiliki sistem pendengaran yang lebih rentan terhadap kerusakan. Pada balita, perkembangan pendengaran sedang berlangsung dan sangat sensitif terhadap stimulus suara. Pada lansia, proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi telinga, sehingga lebih mudah terkena dampak negatif dari suara keras.
Tips Melindungi Keluarga dari Bahaya Sound Horeg
- Batasi waktu menonton dan mendengarkan suara keras, terutama untuk balita dan lansia.
- Gunakan pelindung telinga saat terpapar suara keras.
- Pilih konten yang aman dan berkualitas, hindari suara berlebihan atau berisik.
- Periksakan pendengaran secara rutin ke dokter THT, terutama jika ada gejala gangguan pendengaran.
- Edukasi keluarga tentang bahaya suara keras dan pentingnya melindungi pendengaran.
Penutup
Menonton Sound Horeg mungkin terlihat sepele, tetapi efek jangka panjangnya bisa sangat merugikan kesehatan pendengaran, terutama bagi balita dan lansia. Penting bagi kita untuk lebih waspada dan melindungi keluarga dari bahaya tersembunyi ini. Konsultasikan kepada dokter THT jika Anda mengalami masalah pendengaran atau ingin mendapatkan saran terbaik untuk menjaga kesehatan pendengaran keluarga.