
4 Biji Kopi yang Populer di Bali Menurut Taste Atlas
Jakarta – Bali selama ini lebih dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit dunia. Namun, selain panorama alam dan budayanya, Pulau Dewata juga memiliki daya tarik lain bagi pencinta kopi.
Kopi dari Bali dikenal memiliki karakter rasa yang beragam. Kondisi geografis, tanah vulkanik, serta iklim yang mendukung membuat sejumlah wilayah di Bali cocok untuk menghasilkan kopi berkualitas. Tak heran jika kopi asal Indonesia, termasuk yang dipasarkan dan dinikmati di Bali, mendapat perhatian dari penikmat kopi mancanegara.
Sejarah perkembangan kopi di Bali juga tidak terlepas dari pengaruh kolonial Belanda. Budidaya kopi mulai diperkenalkan dan dikembangkan di Bali pada masa tersebut dengan tujuan meningkatkan produksi serta membuka peluang perdagangan ke pasar luar negeri.
Dalam perkembangannya, kopi Indonesia mampu menembus pasar internasional dan memiliki posisi penting dalam perdagangan kopi dunia. Hingga kini, Bali masih menjadi salah satu daerah yang menarik perhatian karena keberagaman produk kopinya.
Taste Atlas, situs ensiklopedia kuliner yang mengumpulkan penilaian dari para penggunanya, turut mencantumkan sejumlah merek dan produk kopi yang populer di Bali. Penilaian tersebut diperoleh berdasarkan skor yang diberikan audiens Taste Atlas.
Berikut empat kopi yang masuk dalam daftar tersebut, dikutip dari Taste Atlas:
4. Kopi Mandailing Estate
Meski namanya mencerminkan asalnya dari Mandailing, Sumatera Utara, kopi ini turut dipasarkan secara luas di Bali. Produk tersebut disebut telah tersedia di lebih dari 250 outlet.
Kopi Mandailing Estate menawarkan karakter yang cocok bagi penikmat kopi dengan selera terhadap rasa kuat dan kompleks. Kopinya berasal dari kawasan Mandailing, Sumatera Utara, yang memiliki tanah vulkanik serta iklim tropis yang mendukung pertumbuhan tanaman Arabika.
Salah satu keunikan yang ditonjolkan adalah proses produksinya di perkebunan pribadi di Sumatera. Di area tersebut, luwak liar dapat berkeliaran dengan bebas dan secara alami memilih buah kopi yang matang sebelum proses pengolahan dilakukan.
Karakter aromanya disebut menghadirkan perpaduan dark chocolate, plum matang, dan buah ara kering. Ada pula sentuhan aroma tanah serta rempah yang membuat profilnya semakin kompleks.
Setelah diseduh, kopi ini memiliki cita rasa yang cenderung earthy dengan body yang tebal dan pekat.
Taste Atlas memberikan skor 4,5 untuk kopi ini.
3. Seniman Coffee
Berbeda dari produk yang berfokus pada satu wilayah penghasil, Seniman Coffee menghadirkan konsep kopi spesial yang menggabungkan proses pengadaan biji, pengolahan, hingga pemanggangan.
Merek kopi yang berbasis di Bali ini bekerja sama dengan perkebunan keluarga berskala kecil dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam metode pascapanen digunakan untuk menonjolkan karakter yang berbeda dari setiap daerah asal biji kopi.
Beberapa metode yang digunakan antara lain natural, honey, dan washed. Dengan pendekatan tersebut, karakter aromatik dan cita rasa masing-masing biji dapat lebih ditonjolkan.
Seniman Coffee dirintis oleh David Sulliban dan Rodney Glick yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan kopi Indonesia. Berbagai jenis kopi Nusantara pun dapat ditemukan, mulai dari Bali Kintamani, Gayo, hingga Papua Wamena.
Biji kopi tersedia dalam bentuk utuh dan dapat disesuaikan dengan metode seduh yang diinginkan, termasuk espresso, filter, maupun cold brew.
Di Taste Atlas, Seniman Coffee memperoleh skor 4,7.
2. Expat Roasters
Expat Roasters merupakan roastery kopi spesial yang berbasis di Bali. Merek ini berfokus pada kopi Arabika dan mengeksplorasi kekayaan wilayah penghasil kopi di berbagai daerah Indonesia.
Dalam proses pengadaan bahan baku, Expat Roasters bekerja sama secara langsung dengan lebih dari 50 petani kecil. Mereka juga menerapkan rantai pasokan yang relatif pendek, dengan jarak sekitar 40 kilometer dari lokasi pemanggangan.
Pendekatan tersebut memungkinkan proses penelusuran kopi dilakukan sejak dari perkebunan hingga menjadi minuman yang siap disajikan.
Pilihan produknya mencakup kopi single origin maupun berbagai campuran yang dirancang dengan karakter rasa tertentu. Biji kopi yang digunakan berasal dari sejumlah daerah, termasuk Bali, Jawa, Aceh, dan wilayah penghasil kopi lainnya di Indonesia.
Expat Roasters mendapatkan skor 4,8 dari Taste Atlas.
1. Akasa Coffee Honey
Di posisi teratas terdapat Akasa Coffee Honey, sebuah roastery dan merek kopi spesial yang berasal dari Kintamani, Bali.
Merek ini mengolah biji Arabika yang berasal dari kawasan pegunungan Kintamani. Akasa mengusung konsep From Farm to Cup, dengan perhatian terhadap berbagai tahapan produksi, mulai dari pemilihan benih hingga kopi siap dinikmati.
Proses yang diawasi mencakup fermentasi, pengeringan, pemanggangan, hingga penyajian. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas sekaligus menghasilkan rasa yang konsisten.
Akasa Coffee Honey juga menerapkan standar pengolahan yang mengacu pada standar internasional. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat produknya dapat menjangkau konsumen di pasar lokal maupun global.
Dalam daftar Taste Atlas, Akasa Coffee Honey memperoleh skor 4,8 dan menempati peringkat pertama.
Keberadaan berbagai produk tersebut menunjukkan bahwa daya tarik kopi di Bali tidak hanya berasal dari satu jenis atau satu daerah saja. Mulai dari kopi yang berasal dari perkebunan di Sumatera hingga roastery yang mengolah kopi Kintamani, pencinta kopi memiliki beragam pilihan untuk mengeksplorasi cita rasa kopi Indonesia di Bali.
