
Jakarta – Ceker ayam mungkin bukan bagian ayam yang paling banyak diminati. Bentuknya juga membuat sebagian orang enggan mengonsumsinya. Namun, di balik tampilannya, ceker ternyata mengandung sejumlah nutrisi yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh.
Ceker dapat diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari sup, makanan bercita rasa pedas, hingga masakan dengan bumbu manis. Teksturnya yang kenyal bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.
Selain mengandung protein, ceker ayam juga dikenal sebagai sumber kolagen. Meski begitu, konsumsinya tetap perlu dilakukan dalam jumlah wajar dan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Dikutip dari Healthline, dalam sekitar 70 gram atau dua buah ceker ayam terdapat kurang lebih 150 kalori, 14 gram protein, 10 gram lemak, serta sejumlah kalsium, fosfor, vitamin A, dan folat.
Berikut beberapa manfaat ceker ayam yang perlu diketahui:
1. Membantu Menjaga Kesehatan Kulit
Salah satu kandungan yang banyak dikaitkan dengan ceker ayam adalah kolagen. Protein ini merupakan bagian penting dari struktur kulit dan berperan dalam menjaga elastisitas serta kelembapannya.
Asupan kolagen juga telah diteliti kaitannya dengan kondisi kulit, termasuk elastisitas dan tampilan selulit. Karena itu, makanan yang mengandung kolagen dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan untuk mendukung kesehatan kulit.
Namun, efeknya tentu tidak bisa disamakan dengan produk perawatan kulit dan tetap dipengaruhi oleh pola makan serta gaya hidup secara keseluruhan.
2. Berpotensi Mendukung Kesehatan Pencernaan
Selain kolagen, ceker ayam mengandung gelatin yang berasal dari proses pemecahan kolagen.
Gelatin diketahui memiliki karakteristik yang dapat membantu mendukung kondisi saluran pencernaan. Kandungan ini juga dikaitkan dengan fungsi lapisan pencernaan dan proses penyerapan nutrisi.
Meski demikian, kesehatan sistem pencernaan tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan, terutama kecukupan serat, cairan, dan variasi makanan.
3. Membantu Menjaga Kondisi Sendi
Kolagen merupakan salah satu komponen penting yang terdapat pada jaringan tubuh, termasuk tulang rawan dan struktur di sekitar persendian.
Karena itu, konsumsi sumber kolagen seperti ceker ayam berpotensi mendukung kesehatan sendi. Beberapa penelitian mengenai kolagen juga menunjukkan kaitannya dengan berkurangnya gejala gangguan sendi tertentu.
Namun, ceker ayam bukanlah pengobatan untuk osteoartritis maupun penyakit sendi lainnya.
4. Mendukung Kesehatan Rambut
Manfaat lain yang kerap dikaitkan dengan kandungan kolagen adalah dukungannya terhadap kesehatan rambut.
Tubuh membutuhkan berbagai nutrisi untuk membentuk dan mempertahankan struktur rambut, termasuk protein. Ceker ayam menyediakan protein yang dapat menjadi bagian dari asupan bergizi.
Selain itu, keratin merupakan protein utama penyusun rambut. Pola makan dengan nutrisi yang cukup membantu tubuh menjalankan proses pembentukan jaringan, termasuk rambut.
5. Berpotensi Membantu Mengatur Gula Darah
Ceker ayam juga pernah diteliti terkait dengan pengelolaan kadar gula darah. Dalam sebuah penelitian pada hewan, protein yang berasal dari ceker ayam menunjukkan potensi memengaruhi hormon yang berkaitan dengan pengaturan gula darah.
Salah satunya adalah glucagon-like peptide-1 atau GLP-1, hormon yang berperan dalam respons insulin setelah makan.
Namun, temuan tersebut masih berasal dari penelitian pada hewan sehingga belum bisa langsung dianggap sebagai bukti bahwa makan ceker ayam dapat mengontrol gula darah pada manusia.
Tetap Perhatikan Cara Mengolahnya
Walaupun memiliki kandungan protein dan kolagen, ceker ayam bukan berarti bisa dikonsumsi tanpa memperhatikan jumlah dan cara pengolahannya.
Hindari terlalu banyak menambahkan garam, minyak, atau bahan tinggi kalori ketika memasaknya. Ceker juga sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari menu yang tetap dilengkapi sayuran, sumber karbohidrat, dan protein lainnya.
Jadi, ceker ayam tidak sekadar bagian ayam yang minim daging. Kandungan protein dan kolagennya membuat ceker memiliki potensi manfaat bagi kesehatan kulit, pencernaan, sendi, rambut, hingga metabolisme.
