
Jakarta – Mikroplastik semakin sulit dihindari karena partikel plastik berukuran sangat kecil ini telah ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman. Namun, ada cara sederhana yang disebut dapat membantu mengurangi jumlah mikroplastik dalam air minum.
Mikroplastik menjadi salah satu perhatian peneliti karena paparan partikel tersebut dapat terjadi melalui berbagai aktivitas sehari-hari. Partikel berukuran sangat kecil itu bahkan telah terdeteksi pada makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia.
Kekhawatiran terhadap mikroplastik tidak hanya berkaitan dengan pencemaran lingkungan. Paparan dalam jangka panjang juga tengah diteliti karena berpotensi memengaruhi berbagai aspek kesehatan, termasuk sistem pencernaan, hormon, dan sistem kekebalan tubuh.
Kabar menarik datang dari penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Guangzhou Medical University dan Jinan University di China. Studi tersebut menemukan bahwa merebus air hingga mendidih dapat membantu mengurangi mikroplastik dan nanoplastik yang terkandung di dalam air keran.
Dalam penelitian yang dikutip dari MSN, peneliti menguji dua kategori air keran, yaitu soft water dan hard water. Air lunak memiliki kadar kalsium dan magnesium yang relatif rendah, sedangkan air keras mengandung kedua mineral tersebut dalam jumlah lebih tinggi.
Para peneliti kemudian memasukkan tiga jenis plastik yang umum ditemukan di lingkungan ke dalam sampel air. Jenis plastik yang digunakan adalah polistirena, polietilena, dan polipropilena.
Sampel air selanjutnya dipanaskan hingga mencapai kondisi mendidih secara penuh atau rolling boil. Proses ini kemudian menunjukkan perbedaan hasil berdasarkan kadar mineral yang terdapat dalam air.
Pada air dengan kandungan mineral tinggi, seperti hard water, kalsium karbonat yang terdapat secara alami dapat membentuk kristal ketika air dipanaskan. Kristal tersebut kemudian dapat mengikat atau menyelimuti partikel mikroplastik dan nanoplastik.
Setelah air direbus dan didinginkan, endapan yang terbentuk di dasar wadah dapat dipisahkan melalui penyaringan. Dengan cara tersebut, partikel plastik yang telah terperangkap bersama endapan mineral ikut terbuang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perebusan dan penyaringan tersebut mampu mengurangi hingga 90 persen mikroplastik dan nanoplastik pada air keran jenis hard water.
Efeknya berbeda pada soft water. Karena kandungan mineralnya lebih rendah, metode perebusan hanya mampu mengurangi sekitar 25 persen partikel mikroplastik.
Temuan ini menunjukkan bahwa kandungan mineral dalam air menjadi faktor penting dalam efektivitas metode tersebut. Semakin banyak mineral yang tersedia untuk membentuk kristal, semakin besar peluang partikel plastik ikut terperangkap dalam endapan.
Para peneliti menyebut perebusan air sebagai strategi sederhana yang berpotensi mengurangi paparan mikroplastik dan nanoplastik dari air keran yang dikonsumsi sehari-hari.
Meski begitu, metode ini tidak berarti seluruh air yang direbus otomatis bebas mikroplastik. Efektivitasnya bergantung pada karakteristik air, terutama kadar mineral di dalamnya.
Selain memperhatikan air minum, mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi langkah untuk membatasi paparan. Salah satunya dengan mempertimbangkan penggunaan talenan berbahan kayu sebagai pengganti talenan plastik serta mengurangi pemakaian peralatan makan plastik jika memungkinkan.
