
Jakarta – Tidak semua bahan makanan aman disantap dalam kondisi mentah atau setengah matang. Beberapa jenis makanan justru dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, virus, maupun parasit yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
Risikonya bisa berupa keracunan makanan dengan gejala seperti mual, muntah, diare, kram perut, dan demam. Dalam kondisi tertentu, infeksi akibat makanan bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius.
Kelompok seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah perlu lebih berhati-hati. Menurut perkiraan CDC, sekitar 48 juta orang di Amerika Serikat mengalami penyakit akibat makanan setiap tahunnya.
Salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko tersebut adalah memastikan makanan dimasak dengan cara dan suhu yang tepat.
Dikutip dari Good Housekeeping, berikut beberapa bahan makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah.
1. Daging unggas
Ayam, bebek, kalkun, angsa, burung puyuh, hingga burung dara termasuk jenis daging yang perlu dimasak sampai matang sempurna.
Pemanasan yang cukup diperlukan untuk membunuh berbagai patogen yang mungkin terdapat pada daging. Daging unggas yang masih mentah atau kurang matang dapat meningkatkan risiko penyakit akibat bakteri maupun patogen lainnya.
Saat menyiapkannya, daging unggas juga sebaiknya tidak dicuci menggunakan air. Cipratan air dari daging mentah dapat menyebarkan bakteri ke permukaan dapur, peralatan makan, atau bahan makanan lain.
Karena itu, lebih baik langsung mengolah unggas hingga matang daripada mencucinya terlebih dahulu.
2. Daging sapi giling
Daging sapi giling membutuhkan perhatian khusus karena bakteri yang berada di permukaan daging dapat tersebar ke bagian dalam selama proses penggilingan.
Salah satu bakteri yang perlu diwaspadai adalah E. coli. Infeksi bakteri ini dapat menimbulkan penyakit serius, terutama pada anak-anak dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah.
Menurut USDA, daging sapi giling sebaiknya dimasak hingga mencapai suhu internal sekitar 72 derajat Celsius.
Hal ini penting diperhatikan ketika membuat patty burger. Cara paling akurat untuk memastikan kematangannya adalah menggunakan termometer makanan dan mengukur suhu bagian tengah daging.
3. Seafood
Berbagai jenis makanan laut juga tidak selalu aman disantap mentah. Kerang, tiram, remis, kerang hijau, udang, lobster, dan kepiting dapat membawa mikroorganisme berbahaya apabila tidak dimasak dengan benar.
Beberapa patogen yang dapat ditemukan antara lain bakteri Vibrio dan virus seperti norovirus. Infeksi tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan penyakit lainnya.
Untuk kerang, masak hingga cangkangnya terbuka. Sementara udang dan lobster dianjurkan dimasak hingga suhu bagian dalam mencapai setidaknya 63 derajat Celsius.
Penggunaan termometer makanan dapat membantu memastikan seafood telah mencapai tingkat kematangan yang aman.
4. Telur
Telur mentah atau setengah matang sering digunakan dalam berbagai hidangan, baik sebagai cocolan maupun bahan campuran makanan. Namun, cara konsumsi seperti ini memiliki risiko terpapar bakteri Salmonella.
Untuk mengurangi risikonya, telur sebaiknya dimasak sampai bagian putih dan kuningnya benar-benar matang.
Hal serupa juga berlaku ketika membuat adonan kue. Hindari mencicipi adonan yang masih mengandung telur mentah karena tetap ada kemungkinan mengandung bakteri penyebab penyakit.
Telur dapat tetap menjadi sumber nutrisi yang baik selama diolah dengan cara yang aman.
5. Tauge dan kecambah
Tauge atau kecambah seperti alfalfa kerap digunakan untuk menambah tekstur renyah pada makanan. Namun, kondisi lembap yang diperlukan selama proses pertumbuhannya juga dapat menjadi lingkungan yang mendukung perkembangan bakteri.
Kecambah mentah berpotensi terkontaminasi Salmonella, E. coli, maupun Listeria. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan lansia.
Meski mengandung berbagai nutrisi dan antioksidan, kecambah sebaiknya tidak dikonsumsi mentah. Memasaknya, misalnya dengan menumis selama beberapa menit, dapat membantu mengurangi jumlah bakteri berbahaya.
Pada dasarnya, memasak makanan hingga mencapai suhu yang tepat merupakan salah satu cara sederhana untuk menekan risiko penyakit akibat makanan. Jadi, sebelum menyantap bahan makanan dalam kondisi mentah, pastikan terlebih dahulu apakah bahan tersebut memang aman dikonsumsi tanpa proses pemasakan.
