
Jakarta – Estrogen merupakan hormon yang memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari mengatur siklus menstruasi, menjaga kesehatan tulang, hingga mendukung sistem reproduksi. Selain dipengaruhi usia dan kondisi kesehatan, kadar hormon ini juga dapat dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari.
Sejumlah bahan makanan mengandung senyawa alami yang bekerja menyerupai estrogen atau berpotensi memengaruhi aktivitas hormon tersebut. Di sisi lain, ada pula makanan yang dapat terpapar zat kimia tertentu yang berkaitan dengan keseimbangan hormon.
Meski demikian, hal tersebut bukan berarti semua makanan tersebut harus dihindari. Yang terpenting adalah mengonsumsinya secara bijak dan seimbang. Berikut beberapa makanan yang diketahui dapat memengaruhi hormon estrogen.
1. Produk Olahan Kedelai
Tahu, tempe, dan susu kedelai merupakan sumber protein nabati yang kaya nutrisi. Makanan ini mengandung isoflavon, yaitu senyawa alami yang termasuk kelompok fitoestrogen karena memiliki struktur yang menyerupai hormon estrogen.
Kandungan tersebut sering dikaitkan dengan perubahan kadar hormon. Namun, berbagai penelitian menunjukkan konsumsi olahan kedelai dalam jumlah wajar umumnya aman. Bahkan, beberapa studi menemukan manfaatnya bagi perempuan yang telah menopause maupun penyintas kanker payudara.
2. Flaxseed atau Biji Rami
Flaxseed dikenal sebagai bahan pangan tinggi serat sekaligus kaya lignan, senyawa alami yang juga termasuk fitoestrogen.
Lignan dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk potensi membantu terapi pada wanita pascamenopause yang mengalami kanker payudara. Meski demikian, penelitian mengenai manfaat tersebut masih terus berkembang. Bagi penderita endometriosis atau kanker payudara, disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsinya secara rutin.
3. Daging dan Produk Olahan Susu
Beberapa produk hewani seperti susu, keju, yogurt, serta daging mengandung estrogen alami yang berasal dari hewan.
Kandungan hormon tersebut paling banyak ditemukan pada susu beserta produk turunannya. Sementara itu, beberapa jenis daging, seperti babi hutan dan lemak angsa, dilaporkan memiliki kadar estrogen lebih tinggi dibandingkan jenis daging lainnya.
Meski demikian, para ahli tetap menyarankan konsumsi produk hewani dalam jumlah yang sesuai, disertai pola makan kaya buah, sayur, dan biji-bijian untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
4. Minuman Beralkohol
Bir, wine, dan minuman beralkohol lainnya juga dikaitkan dengan perubahan hormon estrogen. Dampaknya bergantung pada seberapa sering dan banyak alkohol dikonsumsi.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar estradiol, yaitu salah satu bentuk hormon estrogen yang berperan penting dalam sistem reproduksi. Pada pria, konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan peningkatan estrogen serta penurunan testosteron dan progesteron.
5. Makanan Olahan
Makanan olahan tidak hanya identik dengan kandungan gula, garam, atau lemak yang tinggi, tetapi juga berpotensi terpapar bahan kimia dari kemasan.
Salah satu zat yang menjadi perhatian adalah ftalat, senyawa yang banyak ditemukan pada plastik pembungkus makanan. Risiko perpindahan zat ini ke makanan dapat meningkat apabila wadah plastik digunakan untuk makanan panas atau penyimpanan dalam waktu lama.
Selain ftalat, bahan pengawet seperti paraben serta beberapa jenis pewarna juga disebut dalam sejumlah penelitian memiliki potensi memengaruhi aktivitas hormon estrogen. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi makanan olahan dan memilih makanan segar menjadi langkah yang lebih baik untuk menjaga keseimbangan hormon.
